580 Warga Mengungsi Akibat Banjir di Kabupaten Demak Jawa Tengah - Sekitarnews.id

580 Warga Mengungsi Akibat Banjir di Kabupaten Demak Jawa Tengah

Avatar photo

- Editor

Sabtu, 10 Februari 2024 - 00:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang | Sekitarnews.id,- Sekitar 580 Warga terpaksa mengungsi akibat banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Pada Hari Jumat (9/2/2024).

Banjir tersebut mendapat atensi dari pihak Polres bersama TNI, BPBD, instansi terkait serta relawan di Kudus Jawa Tengah yang bersama-sama membantu proses evakuasi korban banjir.

“Diperkirakan ada 580 warga yang mengungsi di beberapa tempat. Namun, jumlah pastinya masih dalam pendata’an,” tutur Fiza Akbar Camat Jati Kabupaten Kudus seperti dikutip pada laman Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai informasi yang kami dapatkan, banjir ini terjadi akibat jebolnya tanggul Sungai Wulan dan Sungai Jratun lantaran debit air yang tinggi.

Baca Juga :  Mbak Ita Menegaskan Netralitas ASN Harus Jadi Harga Mati

Sehingga, tanggul tersebut berada di Desa Tambirejo (Kecamatan Gajah) jebol dengan panjang antara 15 hingga 20 sentimeter.

Empat desa di Kecamatan Karanganyar terdampak banjir, yaitu Desa Ketanjung, Desa Karanganyar, Desa Undaan Lor, dan Desa Ngemplik Wetan dengan sekitar 1.350 rumah terdampak.

“Selain itu juga menyiapkan personel satu pleton, kami juga menyiapkan perahu, termasuk perahu dari Kodim Kudus,” tutur AKBP Dydit Dwi Susanto Kapolres Kudus.

Dia juga menjelaskan, kalau personel yang diterjunkan kurang, masih ada pasukan cadangan yang siap diterjunkan untuk membantu mengantar warga korban banjir ke tempat pengungsian yang ada di Kabupaten Kudus.

Baca Juga :  PSIS Semarang mendapatkan dukungan dari Ketua MUI Jawa Tengah

Dia juga memberikan instruksi kepada jajarannya untuk bergerak cepat memberikan bantuan evakuasi kepada warga korban banjir.

Editor : Niken Sunarti

Sumber Berita : AntaraNews, SekitarNews.id

Berita Terkait

Pria di Majapahit Semarang Tewas Ditikam Temannya Sendiri Usai Minum Miras Bareng
BPBD Kota Semarang Jawa Tengah telah merinci dampak dari banjir yang menggenangi Kota Semarang
Semarang Banjir Parah Nyaris Merata Akibat Hujan Deras Tak Henti – Henti
Malam ini Muhammadiyah Kota Semarang Jawa Tengah Gelar Tarawih
Kirab budaya Dugderan yang menjadi tradisi masyarakat Kota Semarang
Perekonomian Kota Semarang Mulai Positif Ditahun 2024
Saat Jelang Pencoblosan Sebagian Kota Semarang Hujan Deras
Arema FC resmi memberhentikan Fernando Valente sebagai pelatih kepala dimusim ini
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 15 Maret 2024 - 04:59 WIB

Pria di Majapahit Semarang Tewas Ditikam Temannya Sendiri Usai Minum Miras Bareng

Jumat, 15 Maret 2024 - 04:38 WIB

BPBD Kota Semarang Jawa Tengah telah merinci dampak dari banjir yang menggenangi Kota Semarang

Minggu, 10 Maret 2024 - 19:50 WIB

Malam ini Muhammadiyah Kota Semarang Jawa Tengah Gelar Tarawih

Sabtu, 9 Maret 2024 - 22:58 WIB

Kirab budaya Dugderan yang menjadi tradisi masyarakat Kota Semarang

Senin, 26 Februari 2024 - 12:42 WIB

Perekonomian Kota Semarang Mulai Positif Ditahun 2024

Rabu, 14 Februari 2024 - 13:02 WIB

Saat Jelang Pencoblosan Sebagian Kota Semarang Hujan Deras

Sabtu, 10 Februari 2024 - 12:40 WIB

Arema FC resmi memberhentikan Fernando Valente sebagai pelatih kepala dimusim ini

Sabtu, 10 Februari 2024 - 12:21 WIB

PSIS Semarang mendapatkan dukungan dari Ketua MUI Jawa Tengah

Berita Terbaru